Senin, 02 Februari 2009


Meningkatnya keraguan politisi dan masyarakat terhadap lembaga survei, ternyata tidak terjadi di Kota Padang. Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Padang Budiman SAg Dt Malano Garang menyebutkan, saat ini PKS tengah melakukan survei dengan memanfaatkan salah satu lembaga yang dibentuk oleh akademisi Universitas Andalas (Unand) Padang. "Bagi kami, survei itu penting untuk mengetahui posisi kita. Meski secara nasional, hasil survei PKS masih belum menggembirakan, tetapi di Kota Padang, kita masih yang teratas. Setidaknya, itu diambil dari data terakhir survei CHEE yang dipimpin Firdaus Zainuddin SE Akt MM. Tapi, perolehannya masih jauh dari target yang kita usung," ungkap Budiman Senin (5/1) di kantor DPRD Padang. Anggota Komisi D DPRD Padang ini menyebutkan, hasil survei terakhir yang direlis Oktober 2008 lalu, PKS masih akan memenangkan Pemilu di Kota Padang. Tapi, perolehan yang diraih dalam survei itu masih sama dengan jumlah kursi yang diperoleh saat ini, yaitu 11 kursi atau 24,45 persen. "Inilah tantangannya. Kita akan terus memaksimalkan lebih dari 6000 kader untuk meningkatkan suara," kata Budiman. Melihat hasil survei beberapa lembaga survei nasional yang menempatkan Partai Demokrat di nomor urut satu (Kecuali Indobarometer yang menempatkan Golkar, PKS Padang mengaku tetap melakukan pengawasan terhadap partainya SBY itu. "Mungkin, ada hubungannya dengan peningkatan volume Partai Demokrat menayangkan iklannya di televisi dan media massa lainnya," kata Budiman. Secara tegas Budiman menyebutkan, PKS menggunakan lembaga survei bukan untuk mempengaruhi penilaian publik terhadap partai itu. Namun, hasil survei menurutnya dapat dioptimalkan untuk mengetahui kelemahan internal. "Jadi, kalau lembaga yang dibayar itu hanya dilakukan untuk meningkatkan popularitas partai, saya rasa percuma saja," pungkas Budiman. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar